Sebuah cara untuk bahagia


Pernah ga sih lu melihat seseorang yang terlihat sangat bahagia? Entah itu di media sosial ataupun secara langsung. Entah itu orang yang lu kenal hingga lu ga kenal sama sekali. Mereka terlihat sangat bahagia, kek ga ada beban hidup aja gitu. Hidupnya terlihat kek ga punya masalah sama sekali. Seketika terlintas dipikiran kita (yang mungkin kebetulan lagi punya banyak pikiran), "Ah, enak ya keknya jadi dia, hidup lepas tanpa beban". Eh tapi coba dipikir-pikir lagi deh, hidup dia yang ga punya masalah atau hidup lu aja yang masalahnya ga pernah lu coba selesein?

Hidup adalah rentetan masalah tanpa akhir. Selama lu hidup, lu mustahil ga punya masalah sama sekali. Cuman ada satu titik dimana masalah lu berakhir, yaitu saat hidup lu berakhir juga. Balik lagi ke permasalahan awal. Kita berpikir orang yang terlihat sangat bahagia tersebut hidup tanpa beban dan tanpa masalah. Tapi kalo kita balik ke konsep bahwa mustahil lu hidup tanpa masalah, berarti pemikiran lu terhadap orang tersebut salah.

"Lalu kalau hidup itu isinya cuman masalah, kapan gua bahagia? Kok dia bisa terlihat sangat bahagia?"

Percaya atau tidak, masalah dan kebahagiaan saling berhubungan erat satu sama lain. Kebahagiaan adalah rasa yang muncul saat lu berhasil menyelesaikan masalah yang lu miliki. Kita ambil contoh simpel. Saat lu bermain game dan lu melawan bos terkuat, masalah yang lu miliki adalah bagaimana caranya lu mengalahkan bos tersebut. Setelah bersusah payah membaca pola serangan musuh, melakukan berbagai combo, hingga mencari walkthrough di youtube, akhirnya lu berhasil mengalahkan bos tersebut. Setelah berhasil apa yang lu rasakan? Yap, rasa senang dan bahagia. Perasaan itulah yang muncul setelah lu berhasil menyelesaikan masalah lu, yang di mana di kasus ini masalahnya adalah mengalahkan bos terkuat.

Kebahagiaan juga dipengaruhi oleh nilai-nilai kehidupan yang lu miliki. Misal ada si A dan si B. Si A punya nilai bahwa dia merasa bahagia dengan posisi apapun dalam pekerjaannya selama dia nyaman dalam melakukannya. Sedangkan si B memiliki nilai bahwa dia akan merasa bahagia ketika dia mencapai posisi tertinggi. Dari kasus tersebut bisa ditebak kira-kira siapa yang lebih sering merasa bahagia? Tentu saja si A. Dengan selalu merasa meraih apa yang dia inginkan, maka dia akan terus merasa bahagia. Berbeda dengan si B yang butuh waktu lebih lama untuk mencapai kebahagiaannya.

Inilah alasan kenapa pemicu rasa bahagia yang dimiliki setiap orang berbeda-beda. Ada beberapa orang yang baru bisa merasa bahagia bila dia bisa pergi liburan ke luar negeri, makan di restoran mewah, bisa punya banyak barang mewah, dan lain sebagainya. Sedangkan ada beberapa orang yang bisa bahagia meski hanya karena hal sepele seperti membaca buku, memainkan game baru, atau sedakar berkumpul bersama orang yang dia sayangi.

Kebahagiaan itu macam-macam bentuknya dan macam-macam juga cara untuk mendapatkannya. Sisanya tergantung bagaimana lu mendapatkan dan menemukan kebahagiaan lu. Ga ada orang yang ga bahagia. Masalah emang ga ada habisnya, tapi justru itulah kesempatan lu untuk terus bisa bahagia dengan menyelesaikan berbagai masalah yang lu punya. Jangan lupa bersyukur untuk hal-hal kecil yang terjadi di hidup lu dan terus jalani hidup dengan sebaik mungkin. Jadi, apa aja hal yang bisa bikin lu bahagia?