Day 18 - 30 Day Writing Challenge
Write about that one movie or book or incident that drastically changed your life.
Beberapa hari yang lalu gua dapet penugasan dari salah satu matkul gua untuk baca buku untuk diceritain nanti selama matkul di kelas. Gua yang bingung apakah gua sebaiknya baca buku yang udah gua baca atau baca buku yang belum gua baca tiba-tiba kepikiran, "Kenapa ga beli buku baru aja?". Segera gua membuka aplikasi gramedia dan mencari apa yang ingin gua baca. Tapi karena bingung, akhirnya aplikasinya gua tutup lagi dan malah lanjut scroll youtube short. Lalu muncul satu video yang bahas soal komik yang gua lupa gua pengen banget baca dari dulu. Judulnya I Sold My Life For Ten Thousand Yen Per Year. Karena komik dan ternyata cuman 3 volume ceritanya tamat, tanpa pikir panjang gua langsung checkout dan pilih kurir yang pasti sampai besok (walau akhirnya gua diprank gramed, bukunya nyampe lebih lama dan volume ketiganya udah abis stok).
Setelah sampai pun gua langsung mulai baca buku ini. Gua balik halaman tiap halaman dan tenggelam kedalam ceritanya. Ga butuh waktu lama bagi gua untuk selesai karena ya cuman 16 chapter. Tapi justru 16 chapter ini membuat gua memandang langit-langit kamar gua dalam renungan yang dalam. Overthinking dan segala pertanyaan mulai menyerang kepala gua. Rasa hampa karena selesai menamatkan 16 chapter terbaik dalam hidup gua pun menyelimuti diri gua saat itu. Ya, benar, 16 chapter terbaik dalam hidup gua, ini ga berlebihan.
Bercerita tentang Kusonoki, seorang mahasiswa yang hidupnya hampa mampus dan miskin. Dia mendengar ada sebuah toko yang bisa membeli hidupnya. Akhirnya dia mendatangi toko tersebut dan menjual hidupnya yang bersisa 30 tahun 3 bulan. Menjual hidupnya selama 30 tahun dan mendapatkan hanya 300.000 Yen (Rp 30.000.000), kita akan mengikuti perjalanan hidup kusonoki selama 3 bulan sebelum kematiannya bersama seorang pengawas yang menemaninya sampai akhir hidupnya.
Harga jual hidupmu ditentukan atas 3 hal. Tingkat kebahagiaan, kenyataan, dan manfaat. Apakah diri lu udah bahagia? Apakah diri lu udah mencapai mimpi yang lu impikan? Apakah diri lu udah bahagiain orang lain? Atas 3 dasar itu harga jual hidup seseorang ditentukan. Setelah baca manga ini, 3 pertanyaan tadi berputar di otak gua, menghantui gua tanpa henti dan sampai ke pertanyaan utama, "Kalau gua jual hidup gua, berapa harga yang akan gua dapet?"
Buku ini ga lantas ngubah hidup gua secara drastis. Tapi buku ini jadi hal yang mentriger gua untuk merefleksikan segala keputusan yang udah gua lakukan selama gua hidup serta bagaimana cara gua menjalani hidup gua. Apakah yang udah gua lakukan selama ini udah benar? Apakah gua sudah benar-benar bahagia? Apa gua bisa mencapai mimpi gua dimasa depan nantinya? Apakah gua bisa bahagiain orang-orang yang gua sayangi nantinya? Dan pertanyaan lainnya.
Buku ini juga ngajarin gua tentang bagaimana gua mengikhlaskan masa lalu. Karena pada akhirnya semua yang udah gua tinggalkan di masa lalu, gaada artinya untuk masa depan gua dan gua ga bisa bergantung kepada hal tersebut. Gua gatau sampai kapan hidup gua, jadi kenapa tidak mengumpulkan kebahagiaan-kebahagiaan yang pasti, meskipun itu hal yang kecil dan sedikit?
Buku komik ini secara mudah dapet penilaian 10/10 dari gua. Benar-benar 16 chapter terbaik dalam hidup gua sejauh ini. Dan gua baru tau kalau komik ini sebenarnya adaptasi dari novel yang berjudul Three Days of Happiness. Cepat atau lambat gua bakal beli buku itu dan baca kembali ceritanya walaupun kemungkinan besar sama, siapa tau ada beberapa tambahan detail kecil di novelnya yang bisa gua temukan. Jadi balik ke pertanyaannya, kalau kau bisa menjual hidup mu, akan berapa harganya?

